Misteri itu . . . .

Ini “kisah lain” sekitar karamnya kapal Levina 1 dilaut Jawa.
Hari Minggu kemarin 25 Februari 07, aku giliran piket infotainment pagi. Selepas subuh jam 05 aku sdh start dari rumah di gn putri-bogor diantar BB. Jam 06 sampe kantor . . . dan langsung kerja (tumben nih materi sudah pada siap, biasanya ngaret mulu).

Tak lama kemudian datang Y, seniorku, bersama EBU suaminya seorang reporter RCTI.
“Sudah sarapan Met ?” tanya si Y.
“Blm, wong dari rumah jam lima”.
“Nih, gue bawain”, sambungnya. Wah kebetulan nih, batinku.

Aku meneruskan pekerjaanku. Di meja sekilas kulihat dua bungkus makanan dan seplastik kerupuk kecil-kecil. Diujung sana EBU sedang membuka-buka koran pagi yang dibawanya.
“Libur mas ?”, sapaku.
“Ya”, jawabnya pendek.
“Kalo enggak libur, dia pasti liputan kapal Levina 1. Soalnya dia yg sudah diserahi meliput kasus ini dari awal”, cerita Y tanpa aku minta.
“Oya ?”
“Ya, cuma aku sering ngingetin dia, kalo ngeliput yang standar-standar sajalah. Jangan sok eksklusif. Bahaya. Ingat anakmu sudah tiga”.

Sampai dengan hari Minggu pagi itu, kasus terbakarnya Levina 1 memang sedang menjadi berita hangat, selain berita patahnya badan Adam Air, perseteruan Yusril Vs KPK, wabah DBD dll. (Tapi buat aku sih lebih asyik ngikutin berita menjelang duel Arsenal Vs Chelsea di final Carling Cup 2007 malam nanti)

Setelah pekerjaan infotainment kelar, mereka berdua pamit keluar sebentar, aku ke toilet sejenak dan percakapan pagi itu ditutup sampai disitu.

————-000000———-

Lepas tengah hari, disela-sela kerjaan aku lihat breaking news di tv. Beritanya, kapal Levina 1 yang tadi pagi kami omongin, baru saja karam ketika sedang ditarik ke daratan. Beberapa orang yang ada diatas kapal menjadi korban. Satu meninggal (kamerawan Lativi), tiga hilang (satu kamerawan SCTV dan dua lainnnya petugas puslabfor polair), serta seorang kamerawan RCTI pingsan tp berhasil diselamatkan. Para jurnalis itu sedang dalam tugas liputan penyelidikan sebab-sebab terbakarnya kapal.

Misteri . . . . Ya, obrolan kecil Minggu pagi itu seperti menghadirkan satu misteri . . . bukan hanya buatku, tapi terlebih-lebih buat Y dan EBU sekeluarga tentunya.

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s