Tausiyah Pak Kyai . . . .

Kapan persisnya aku sudah lupa. Mungkin sekitar tahun 1999.

Begini, aku pernah berobat ke pengobatan alternatif di sebuah pesantren di dekat Bukateja-Purbalingga, Jawa Tengah. Pak Kyai pengasuh pesantren ini memakai metode pijat urut dalam mengobati pasiennya. Katanya sih selama si pasien belum pernah dioperasi oleh rumah sakit, insya Allah, pengobatan cara dia dapat diandalkan. Sayangnya aku waktu itu sudah pernah diambil cairan sumsum tulang belakangku di sebuah rumah sakit. Entah, apakah ini termasuk dalam kategori “operasi rumah sakit” atau bukan, atau memang Yang Maha Menyembuhkan belum menunjukkan obatnya, hingga sampai saat ini penyakitku ini belum juga ketemu obatnya.

Soal ikhtiar berobat, rasanya aku sudah kemana saja. Dari pengobatan yang sifatnya medis sampai ke macam-macam pengobatan alternatif, bahkan sampai yang paling tidak masuk akal sekalipun. Diantara macam-macam pengobatan alternatif itu, pengobatan oleh pak kyai dari Purbalingga itu termasuk yang tak gampang terlupakan. Bukan karena setelah diobati aku lalu sembuh, tapi lebih karena tausiyah yang beliau berikan padaku.

Kala itu sambil memijat / mengurut badanku, kami ngobrol sana-ngobrol sini. Soal pekerjaan, keluarga, kebiasaan sehari-hari, masa-masa sekolah dan kuliah dll. Ya ngalor-ngidul gitu. Sampai pada satu titik dimana beliau kurang lebih berkata, “Orang yang paling apes di dunia ini ada dua macam. Satu orang yang sakit, kedua orang yang punya hutang”.

Mungkin, beliau bicara seperti itu untuk mendorong semangatku agar tidak menyerah dalam melawan penyakit ini. Tapi harus tetap berusaha, harus tetap ikhtiar. Jangan pernah sekalipun patah semangat.

Hmm…, aku nyengir kecut mendengar pak kyai ngomong seperti itu. “Berarti aku ini termasuk orang yang apes nih”, batinku. Soalnya, belum lama berselang aku baru saja akad kredit KPR dengan sebuah bank swasta.

Wah, pak kyai ini tau aja. Ngomong-ngomong, “Ente mau nyembuhin atau nyindir gue nih ?”.

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s