Nasi Kebuli

Nggak terasa bulan puasa 1428 H sudah berjalan dua minggu lebih. Sebentar lagi lebaran dong. Ya lebaran sudah dekat, dan bulan penuh hikmah ini akan berakhir.

Tapi saya punya satu impian kecil yg belum kesampaian juga. Yaitu makan nasi kebuli. Itu lho makanan semacam nasi goreng khas arab, campur daging kambing yang dimasak dengan minyak zaitun. Terus minumnya secangkir susu kambing campur madu arab, kemudian ditutup dengan segelas jus kurma. Wuih, kayaknya sedap bener. Apalagi kalau di temani dengan iringan musik gambus. Mak nyusss…!, kata Bondan Winarno di acara kuliner sebuah tv swasta. Serasa di jazirah arab bener ‘kali ya?

Sialnya, saya nggak tau mesti cari dimana itu rumah makan yang menyediakan menu nasi kebuli dll tersebut. Pernah sih nonton di tv ada tempat yang menyediakan menu itu, tapi lupa saya catat alamatnya. Seorang teman menyarankan saya untuk datang ke warung makan sate Afrika daerah Tanah Abang sana. “Siapa tau ada”, katanya.

Sejatinya, saya bukanlah seorang pecinta kuliner banget. Bahkan boleh dibilang , saya termasuk orang yang hati-hati dalam hal makanan. Bukan apa-apa, umur makin tambah, jadi mesti hati-hati. Tapi dalam hal nasi kebuli ini … Woow, ada yang bisa bantu nggak ya ?

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s